Minggu, 20 Mei 2012

Cinta

Bismillahirrahmanirrahim

kalau kau jatuh cinta
simpan rasa itu di dalam dada
agar yang tahu hanya kau dan Allah saja
ini, rahasia
rahasia besar hati setiap manusia
kalau kau bercerita hanya untuk bergembira
suatu saat kau akan temui, kawan yang terluka
entah karena cemburu,
atau cintamu terlalu cepat singgah untuk kembali berlalu
jaga cintamu,
labuhkan ia hanya pada-Nya
cinta bukan sesuatu yang semu
ia nyata adanya
cinta itu, manis seperti madu
tapi juga mematikan seperti racun
tinggal kau pilih,
kau berlebihan dalam bercinta,
apa bersabar dalam bercinta


bagiku, cinta memang harus dirahasiakan, sampai suatu saat nanti di waktu yang telah Allah janjikan dan pasti akan Ia Tepati....

Cinta, Allah :)

salam, 

Isma Muhsonah :D
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ini tulisan saya, pada 14 April 2010, 2 SMA. beginilah dahulu pemikiran saya tentangnya, yang ianya saya jadikan sebagai judul tulisannya ini: C.I.N.T.A
Jumat, 18 Mei 2012

Simpul Senyum Kami, Allah


Bismillahirrahmanirrahim
Allah, rasanya perih. Berasalankah keluh kami?
Tinggalkan kami yaa Rabb, jika dahulu kami melupakan-Mu
Namun rengkuh kami yaa Rabb jika dahulu kami terus menyebut asma-Mu
Berjumpa karena-Mu, berpisah karena-Mu
Maafkan kami Allah.
Sakit yang dirasa, bolehkah menjadi penawar dosa?
Bantu kami untuk tersenyum, Allah…
sambut kami, hari ini di depan pintu rumah-Mu

Rabbi inni dzhalamtu nafsi.... faghfirliiy...
Senin, 07 Mei 2012

Pelangi Sebelum Hujan

Bismillahirrahmanirrahim

mendewasakan diri dengan sebuah keikhlasan. keikhlasan yang maknanya tak kumpahami dengan pasti, namun kujalaninya dengan yakin. yakin ini ada karena yakinku pada Allah. namun ikhlas ini ada, karena cintamu pada Allah.bukan tanpa kesukaran ikhlas kubesarkan. air mata ini, baru kukenal sebabnya yang baru.
kalaulah boleh, aku meminta pelangi sebelum hujan?
kupikir bukan ikhlas namanya.....
Allah yang paling tahu, segala sesuatu terbaik untukku.
langit menangis. bumi berbahagia
pelangi hadir melukis langit memberikan warna-warni, bahagia
bumi pun berbahagia(lagi)
ketangguhan langit yang memberikan kebahagiaan dalam duka ataupun sukanya,
belajarlah dari air mata ketegaran, sebuah langit.
dengarlah, akupun tak ingin tangisku sia-sia....
namun sekali lagi, bolehkah aku meminta pelangi sebelum hujan?
tak perlau kau jawab, Allah sedang menguji keikhlasanku.

sahhil.. yaa Rabbi..
Rabu, 02 Mei 2012

Lebih Kuat

Bismillahirrahmanirrahim

ternyata kau kuat. kau sudah kuat. kau lebih kuat. namun memang tak heran. tak ingin lagi kuucapkan alasannya. terlalu malu aku berbicara tentang "iman", yang menggetarkan bibir dan terhempaskan angin? tidakkah ia ingin menyapa hatiku walau hanya dengan sebuah senyum?

aku tak mungkin menunggu apalagi berharap engkau kembali.
kau kini kuat. lebih kuat. 
Senin, 23 April 2012

Kini

Bismillahirrahmanirrahim…..

Duhai, Allah menganugerahkanmu hati yang begitu lembut. Kecerdasan yang membanggakan. Kesholihan yang mengagumkan.

Datang, sebentar lagi apa yang sejak dahulu aku panjatkan kepada-Nya untukmu.

Dan kuikhlaskan keimananmu.
Jumat, 13 April 2012

karena Allah

Langit tetap cerah. Sapaan orang-orang shalih tetap terdengar merdu. Qur'an tetap menjadi penunjuk jalan. Shalawat tak urung dipanjatkan demi syafaat penerimanya, Rasulullahi shallallahu 'alayhi wa sallam. Kebersamaan dengan-Nya pun tak kalah, dijaga ketat.

Berbeda memang dengan kondisi hati yang sebenarnya lemah. Ingin menangis kencang di depannya. Ingin berharap bahwa ia mendengar rintihan hati ini. Rintihan yang tertalu takut untuk menjadi sebuah ucapan lantang nan berani.

Namun sang hati masih tetap kuat. Bukan, namun mencoba untuk tetap terjaga.
Bunga mawarmu boleh lah layu di telan masa. Atau karena pemiliknya kurang apik dalam menjaga. Namun kisah, sejarah, tak akan pernah luput dari ingatan, bahwa dulu aku pemilik mawar itu.

Terima kasih untuk cinta yang pernah kau beri. Inilah aku yang menjadi lemah karenanya. Ketahuilah bahwa beribu bidadari menunggumu di depan pintu. Aku ini, hanya penipu. Tak lebih dari itu.

Kau tersadar dan pergi, tak ingin aku menahan. Berbeda dengan bunga mawar, yang memang tak bisa aku menahannya.

Namun kau harus tahu, bagaimana rasa bahagia ini, sedih ini, saat tahu kau menyimpan rasa padaku. Rasa, yang aku sendiri tak paham, bolehkah? Halalkah? Ah, daripada dua hal itu yang terlalu berat, aku sadar untuk bertanya, pantaskah? Duhai, lelaki yang tangguh dalam menjaga din-Nya.

Percayalah, bahagiaku, adalah melebihi bahagiamu. Namun dukaku mungkin tak ada apa-apanya dibandingkan dukamu. Itu kini. Karena boleh jadi kau mencintaiku karena Allah, sehingga kau pun meninggalkanku karena Allah.

Tapi lihatlah di masa yang akan datang nanti, jika Allah menghendaki. Kau akan menjadi manusia yang paling bahagia di dunia ini! Bersama bidadari sholihah yang paling beruntung dipinang olehmu, wahai yang ku hormati.

Kisah ini mungkin akan mati ditelan masa, namun untukku sejarah tetaplah sejarah yang tak boleh mati karena setiap gerak dalam sejarah, memiliki amanah yang mampu menjadi pelajaran hidup hingga mati nanti.

Mencintaimu, karena Allah.
Maka langit tetaplah cerah. Karena semua ini, untuk Allah.
Jumat, 27 Mei 2011

Dariku Untuk Kamu

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaykum wa rahmatullah wa barakatuh
Barakallahu fiikum, sahabat! Atas segala kesuksesan yang telah engkau capai sampai batas perpisahan ini.
Ada di antara kita yang pasti merasa, Allah membayar segala jerih payah, jatuh-bangkit, keresahan, kelelahan atas segela usaha yang kita lakukan selama ini, menuntut ilmu, berdo’a, berbakti…. Allah telah membayarnya, sahabat! Barakallaah….
Ada di antara kita yang pasti merasa, Allah memberi apa yang tak pantas kita terima. Terlalu berharga, terlalu mengesankan, terlalu indah. Padahal kita berleha dalam menuntut ilmu, terlupa menundukkan hati saat berdo’a, membangkang pada orang tua, namun…. Allah terlampau mencintai, menyayangi, dan mengasihi kita. Allah telah memberi kita anugerah kelulusan itu, sahabat! Barakallah….
Tetap bersemangat, perjuangan kita belum selesai. Masih ada bahkan banyak sekali rintangan-rintangan yang harus kita lalui, jika memang masih ada kesempatan untuk itu.
Untuk yang sudah lolos SNMPTN Undangan, barakallah…. Antara ujian dan barakah, kebarakahan kita syukuri, ujian kita hadapi dengan tetap tawadhu, dan rendah diri kepada Allah Ta’ala. Tetap bersemangat!
Untuk yang sudah tidak lolos SNMPTN undangan, barakallah…. Antara ujian dan barakah, kebarahakan kita syukuri mungkin ada kesempatan yang lebih gilang-gemilang di depan sana, ujian kita hadapi dengan terus belajar dan berdo’a memohon dengan sangat agar Allah Ta’ala mengabulkan apa yang kita inginkan, atau menggantinya dengan yang lebih indah. Tetap bersemangat!
Menghitung hari, siap tidak siap, bersiaplah! Yakin tidak yakin, yakinlah! Dengan asma Allah, mari hadapi SNMPTN tertulis itu dengan penuh kebanggan di hati. Bahwa kita sudah belajar, untuk Allah, kita sudah berdo’a untuk Allah, bahkan saat kita memilih PTN adalah juga untuk Allah. Maka, biarlah Allah menerima secara bulat segala penghambaan kita, biarlah kita terbangkan segala harapan itu ke langit-Nya Allah, rasakanlah.... Allah merengkuh hangat segala impian, harapan, dan cita-citamu. Maka bersiaplah, nikmat dunia kita rasakan, dengan segala keikhlasan, kesabaran, dan kepercayaan kita secara bulat kepada Allah. Saat kita gagal mendapatkan SNMPTN tertulis, yakinlah bahwa Allah sudah merencanakan sesuatu yang lebih indah untuk kita, Allah Ta’ala, selalu bersama kita. Saat Allah mengizinkan kita untuk merasakan nikmatnya lolos SNMPTN tertulis maka, berjanjilah! Untuk berjuang keras, demi Allah.
Di tempat kita yang baru nanti untuk melebarkan sayap, menjadi yang paling lebar, mengasah bintang menjadi yang paling bersinar, jangan pernah lupa bahwa kebahagiaan yang kita dapatkan di sekolah ini salah satunya adalah karena perjumpaan kita di masjid itu dan dengan segala proses yang kita jalani, Mentoring, Rohis, ataupun Hanif. Teman, bahkan saya mendapatkan anugerah bisa berjumpa, bersahabat, dan bersaudara dengan kalian bermula dari masjid itu. Masjid yang selalu penuh dengan orang-orang yang berkumpul, melingkar, berdzikir dan membahas tentang Allah Ta’ala.
Selamat jalan, sahabat! Berjanjilah, untuk menjadi sayap yang paling lebar, menjadi bintang yang paling bersinar, tidak untuk di mata manusia, tapi di mata Allah….
Saya selalu berdo’a kepada Allah Ta’ala, agar suatu saat nanti, kita bisa berjumpa kembali dalam Syuro’, Mentoring, Poleha, Bazar, Bekam, atau yang lainnya.
Wassalamu’alaykum wa rahmatullah wa barakatuh.
Ps: jangan salah pilih organisasi keagamaan ya, di tempat baru nanti. Mintalah petunjuk daripada Allah Ta’ala melalui wasilah mentor-mentor kita. So, keep on ukhuwwah fillah!:)

--Divisi Mentoring Rohis Asy-Syifa SMAN 2 Cibinong--