Minggu, 20 Mei 2012

Kau Milik-Nya Untukku

Bismillahirrahmanirrahim

ini kisah tentang aku dan kamu
aku yang bilang amat mencintaimu
aku yang bilang akan selalu bersama denganmu
aku yang bilang akan terus menggenggam erat dirimu
apapun yang terjadi

maka dengan apa aku ber n i a  t, kepada siapa aku ber s a k s i,
beranikah mengakhirinya dengan perlahan namun pasti?
karena ada yang lebih menarik hati

kau yang tidak bisa berontak kala khilafku memperlakukan wujudmu
kau yang tidak bisa berteriak, "jangan pergi" kala sejenak aku pergi dari sisimu
kau yang tidak bisa merayu untuk aku ada selalu bersamamu
kau yang tidak bisa marah, kala aku salah mengertikan maksudmu
kau yang tidak bisa berontak kala wujudku bersamamu namun hatiku terbang, bermain, berlarian, kepada sesuatu yang mereka bahkan aku bilang lebih indah... duhai, jawablah.. dengan segenap rasa kasihanmu padaku... "itu sakit, bukan?"
kau yang juga tak bisa berharap

apa yang ada di dalam dadamu?
akan suatu saat aku akan m e n g e r t i ?
akan? mungkin? betapa...

namun ini kisah antara kau dan aku
maka siapa yang berani bersumpah untuk menyaksikan kita, ada, berdua, menjelma, cantik, gagah, berdiri, di  p u n c a k sana?

apakah ini bentuk keragu-raguan,
ataukah ini bukti kesetiaan?
atau ini... adalah pembaharuan n i a t

1-2 hari, sebelum aku akan... TERUS.. mencintaimu >_<

istiqomahkan hamba, Ya Rabb..
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
(: tulisan ini ditulis pada 11 Januari 2011. sedikit berpikir sebelum sadar, bahwa ternyata tulisan ini didedikasikan untuk "hafalan Qur'an tercinta" :) masyaAllah.
jadi malu kalau melihat keadaan diri kini. astaghfirullah.. ighfirlanaa yaa Rabb yaa Ghafur.. P
semangat, mengingat lagi pesan penyemat dari seorang sahabat tercinta, "Allah tak akan mempersulit hamba-Nya yang ingin menghafalkan kalam-Nya"
tetap berada di sini, di "shirathal mustaqim" insyaAllah :)

Cinta

Bismillahirrahmanirrahim

kalau kau jatuh cinta
simpan rasa itu di dalam dada
agar yang tahu hanya kau dan Allah saja
ini, rahasia
rahasia besar hati setiap manusia
kalau kau bercerita hanya untuk bergembira
suatu saat kau akan temui, kawan yang terluka
entah karena cemburu,
atau cintamu terlalu cepat singgah untuk kembali berlalu
jaga cintamu,
labuhkan ia hanya pada-Nya
cinta bukan sesuatu yang semu
ia nyata adanya
cinta itu, manis seperti madu
tapi juga mematikan seperti racun
tinggal kau pilih,
kau berlebihan dalam bercinta,
apa bersabar dalam bercinta


bagiku, cinta memang harus dirahasiakan, sampai suatu saat nanti di waktu yang telah Allah janjikan dan pasti akan Ia Tepati....

Cinta, Allah :)

salam, 

Isma Muhsonah :D
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ini tulisan saya, pada 14 April 2010, 2 SMA. beginilah dahulu pemikiran saya tentangnya, yang ianya saya jadikan sebagai judul tulisannya ini: C.I.N.T.A
Jumat, 18 Mei 2012

Simpul Senyum Kami, Allah


Bismillahirrahmanirrahim
Allah, rasanya perih. Berasalankah keluh kami?
Tinggalkan kami yaa Rabb, jika dahulu kami melupakan-Mu
Namun rengkuh kami yaa Rabb jika dahulu kami terus menyebut asma-Mu
Berjumpa karena-Mu, berpisah karena-Mu
Maafkan kami Allah.
Sakit yang dirasa, bolehkah menjadi penawar dosa?
Bantu kami untuk tersenyum, Allah…
sambut kami, hari ini di depan pintu rumah-Mu

Rabbi inni dzhalamtu nafsi.... faghfirliiy...
Senin, 07 Mei 2012

Pelangi Sebelum Hujan

Bismillahirrahmanirrahim

mendewasakan diri dengan sebuah keikhlasan. keikhlasan yang maknanya tak kumpahami dengan pasti, namun kujalaninya dengan yakin. yakin ini ada karena yakinku pada Allah. namun ikhlas ini ada, karena cintamu pada Allah.bukan tanpa kesukaran ikhlas kubesarkan. air mata ini, baru kukenal sebabnya yang baru.
kalaulah boleh, aku meminta pelangi sebelum hujan?
kupikir bukan ikhlas namanya.....
Allah yang paling tahu, segala sesuatu terbaik untukku.
langit menangis. bumi berbahagia
pelangi hadir melukis langit memberikan warna-warni, bahagia
bumi pun berbahagia(lagi)
ketangguhan langit yang memberikan kebahagiaan dalam duka ataupun sukanya,
belajarlah dari air mata ketegaran, sebuah langit.
dengarlah, akupun tak ingin tangisku sia-sia....
namun sekali lagi, bolehkah aku meminta pelangi sebelum hujan?
tak perlau kau jawab, Allah sedang menguji keikhlasanku.

sahhil.. yaa Rabbi..
Rabu, 02 Mei 2012

Lebih Kuat

Bismillahirrahmanirrahim

ternyata kau kuat. kau sudah kuat. kau lebih kuat. namun memang tak heran. tak ingin lagi kuucapkan alasannya. terlalu malu aku berbicara tentang "iman", yang menggetarkan bibir dan terhempaskan angin? tidakkah ia ingin menyapa hatiku walau hanya dengan sebuah senyum?

aku tak mungkin menunggu apalagi berharap engkau kembali.
kau kini kuat. lebih kuat. 
Senin, 23 April 2012

Kini

Bismillahirrahmanirrahim…..

Duhai, Allah menganugerahkanmu hati yang begitu lembut. Kecerdasan yang membanggakan. Kesholihan yang mengagumkan.

Datang, sebentar lagi apa yang sejak dahulu aku panjatkan kepada-Nya untukmu.

Dan kuikhlaskan keimananmu.
Jumat, 13 April 2012

karena Allah

Langit tetap cerah. Sapaan orang-orang shalih tetap terdengar merdu. Qur'an tetap menjadi penunjuk jalan. Shalawat tak urung dipanjatkan demi syafaat penerimanya, Rasulullahi shallallahu 'alayhi wa sallam. Kebersamaan dengan-Nya pun tak kalah, dijaga ketat.

Berbeda memang dengan kondisi hati yang sebenarnya lemah. Ingin menangis kencang di depannya. Ingin berharap bahwa ia mendengar rintihan hati ini. Rintihan yang tertalu takut untuk menjadi sebuah ucapan lantang nan berani.

Namun sang hati masih tetap kuat. Bukan, namun mencoba untuk tetap terjaga.
Bunga mawarmu boleh lah layu di telan masa. Atau karena pemiliknya kurang apik dalam menjaga. Namun kisah, sejarah, tak akan pernah luput dari ingatan, bahwa dulu aku pemilik mawar itu.

Terima kasih untuk cinta yang pernah kau beri. Inilah aku yang menjadi lemah karenanya. Ketahuilah bahwa beribu bidadari menunggumu di depan pintu. Aku ini, hanya penipu. Tak lebih dari itu.

Kau tersadar dan pergi, tak ingin aku menahan. Berbeda dengan bunga mawar, yang memang tak bisa aku menahannya.

Namun kau harus tahu, bagaimana rasa bahagia ini, sedih ini, saat tahu kau menyimpan rasa padaku. Rasa, yang aku sendiri tak paham, bolehkah? Halalkah? Ah, daripada dua hal itu yang terlalu berat, aku sadar untuk bertanya, pantaskah? Duhai, lelaki yang tangguh dalam menjaga din-Nya.

Percayalah, bahagiaku, adalah melebihi bahagiamu. Namun dukaku mungkin tak ada apa-apanya dibandingkan dukamu. Itu kini. Karena boleh jadi kau mencintaiku karena Allah, sehingga kau pun meninggalkanku karena Allah.

Tapi lihatlah di masa yang akan datang nanti, jika Allah menghendaki. Kau akan menjadi manusia yang paling bahagia di dunia ini! Bersama bidadari sholihah yang paling beruntung dipinang olehmu, wahai yang ku hormati.

Kisah ini mungkin akan mati ditelan masa, namun untukku sejarah tetaplah sejarah yang tak boleh mati karena setiap gerak dalam sejarah, memiliki amanah yang mampu menjadi pelajaran hidup hingga mati nanti.

Mencintaimu, karena Allah.
Maka langit tetaplah cerah. Karena semua ini, untuk Allah.