Bungkam yang Tak Berarti
ingin bercerita tentang apa?
mengapa selalu saja bungkam?
tak puaskah dengan kekosongan?
dengan kesendirian?
bahkan bungkammu pun tak berarti apa-apa....
*Belajar, untuk mengemis pada suatu Dzat yang tak pernah mencaci para pengemis
Sebuah Persembahan: Setidaknya....
Sungguh biadab!
Yahudi…. Yahudi…. Yahudi la’natuLLAH’alaih!!!
Dengan tangan-tangan keji mereka,
Mereka bunuh secara membabi buta saudara-saudara kami….
Penyemangat kami,
Pengingat kami akan ALLAH dan akhiratNya….
Ya ALLAH..
Bumi islam diporak-porandakan!
Hancur berantakan!
Mayat-mayat bergelimpangan
Tubuh saudara kami dihancur luluhkan
Anak-anak yang dipisahkan dengan ayah-ibunya,
Menangis, menjerit meraung-raung!!!!
Miris, begitu miris….
Sebuah rasa cinta yang luar biasa,
Dari seorang hamba untuk RABBnya
Mereka, para Mujahid;
Takkan pernah takut dengan kebiadaban
Penindasan
Kekerdilan
Kedzaliman
Kalian, wahai Yahudi, yang kami benci karena ALLAH!!!
Takkan pernah gentar,
Takkan pernah ragu,
Takkan pernah takut,
Maju menerjang!
Walau tank-tank dari orang terla’nat menerjang!
Walau sedikit,
walau sepi,
walau sendiri….
Tetap berdiri,
Layaknya karang yang kokoh tak lapuk diterjang ombak!
Karena mereka selalu sadar….
ALLAH selalu ada untuk mereka yang senantiasa menyebut asmaNya
ALLAH, ALLAH, ALLAH, ALLAH,
ALLAH, ALLAH, ALLAH, ALLAH,
LAA HAWLAA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHIL’ALIYYIL’ADZIIM
Sesungguhnya bila saudara kami mati karenanya,
Tidaklah mereka mati melainkan syahid,
Tidaklah mereka mati melainkan hidup!
Hidup….
Kekal abadi dalam JannahNya,
Bersama para syuhada
Bersama dengan orang-orang yang telah zuhud terhadap dunia
Bahkan itu, adalah mimpi dan cita-cita terindah para mujahid
Gugur dalam petempuran demi ALLAH, membela DiinNya,
Di jemput oleh para bidadari yang cantik rupawan
Terbang ke atas langit
Dengan wangi kasturi yang melekat
Memasuki pintu surga para syuhada,
Mereka mendapatkan apapun yang indah, yang tak ada di dunia, di dalamnya
Mereka tak meminta apa pun pada ALLAH,
Melainkan berdiri di hadapan ALLAH
Dan melihat wajahNya….
Subhanallaah…. Alangkah indah balasan dariNya, untuk mereka yang cinta kepada diriNya..
(semoga)Aku Tak Membutuhkan Kebahagian (yang hanya berarti) di Dunia
Ketika yang lain telah merasakan kebahagiaannya..
Kebahagiaan, sebagai seorang anak SMA..
Baiklah,
Aku di sini..
Sejak pertama hingga kini..
Masih mencoba untuk memahami..
Memaknai..
Aku di sini,
Yang kini berdiri
Tercatat sebagai anak SMA,
Yang (katanya) tak dapat menghayati masanya..
Mereka bahagia, begitu pun aku-
Tidak!
Aku, menderita
Mereka tertawa, begitu pun aku-
Tidak!
Aku, meronta
Merintih... Menangis... seraya Meminta...
Namun kumencoba untuk menghibur..
Menyebut-nyebut Asma Allah sebagai Pelipur..
Yaa Allah Yaa Rahmaan..
Aku tak butuh kebahagiaan seperti mereka
Kuyakin itu hanya kebahagiaan dunia,
Semata
Yaa Allah Yaa Rahiim..
Aku hanya butuh Engkau, Allah..
Yang senantiasa memberikan CahayaMu,
Padaku
Pada seorang hamba yang selalu merasa beku..
Ya.. begitu beku!
Takkan lunak hatiku,
Bila tak ada Sinaran Cahaya KebesaranMu
Yaa 'Aziiz..
Jadilah Engkau sebagai Penguatku..
Pangkulah aku..
Agar tak merasa sepi di kala yang lain ramai,
Agar tak merasa sedih di kala yang lain bahagia,
Agar tak merasa kecewa di kala yang lain berjaya..
Karena aku, di sini..
Dalam pangkuanMU..
Allahu Ma'i..
Yaa Bidadara
Namun untuk jujur, aku tak mau
Malu..
Aku hanya ingin menanti
Bukan ikhtiar tak mau kujalani,
Namun kukhawatir kan merusak iman diri
biarkan semua itu berjalan secara alami
Sesuai, dengan qadha Ilahi Rabbi..
Baik di dunia,
Maupun di akhirat,
Akan tetap kunanti..
Namun hati penuh sangat mengharap,
Agar dipertemukan, dalam naungan Ilahi..
Di SURGA
Ataupun,
Di DUNIA
Akan tetap dan pasti kuterima..
Asal Allah meridhai,
Ayah dan Bunda merestui
mumpung blogspot itu tulisannya jarang dikomentarin, karena itu, saya berani ngepublish tulisan ini..
weheheh... *pengecut:P*
Alhamdulillaahirabbil'aalamiin
Yang Tersadar Namun Tak Mau Memahami dan Bergerak!!!
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Renungan untuk kita yang tlah melupakan dan meninggalkan kebiasaan
Yang tlah mendekatkan diri kita kepada Allah, di bulan ramadhan..
Memang kita terjatuh, namun karena ulah siapa?
karena ulah kita sendiri..
Maka dari itu, mari bangkit!!!
Memang ramadhan tlah berlalu
Memang syawwallah yang sedang ditempuh
….
Lalu mengapa??
Mengapa kwalitas tilawah kita mesti menurun??
Tahajjud dan dhuha kita menjadi jarang!!
Hafalan kita..?? bagaimana dengan hafalan kita..??
Tak bertambah walau satu ayat..
Bahkan itu karena ulah kita, yang malas membuka kitab suci al-qur’an
Do’a kita tak serintih dulu..
Muhasabah kita tak serajin dulu..
Amal shalih kita tak sebanyak dulu..
Dulu…. dulu…. dulu…. ketika ramadhan….
Namun mengapa ketika kita tersadar,
Kita tak mau bergerak???
Merasa nyamankah kita dengan keadaan diri yang seperti ini???
Padahal hati kita merintih.. menangis.. melihat kwalitas iman diri..
Hati, jiwa, tubuh kita butuh cahaya Illahi…
Namun kini kita jauh dariNya..
Ulah siapa?
Ulah kita…
Merasa sudah menangkah kita,
Merasa sudah dibakarkah segala dosa-dosa kita,
Merasa sudah sucikah kita,
Karena sudah melewati bulan ramadhan??
Bulan di mana terbakarnya segala dosa kita,
Diampuninya segala kesalahan-kesalahan kita,
Berperangnya kita dengan hawa nafsu kita sendiri..
Namun yakinkah kita menjadi orang yang sukses dan berhasil..????
Tengoklah diri kita yang sekarang
Apa yang sudah kita berikan untuk Allah, di bulan syawwal ini..??
Bahkan al-qur’an, pedoman hidup kita jarang kita sentuh!
Kita lebih senang membaca komik atau novel-novel yang tak membuahkan manfaat untuk diri kita di akhirat nanti..
Bahkan tahajjud dan dhuha pun tak rajin lagi kita kerjakan!
Kita lebih senang tidur.. tidur.. tidur..
Mengaku lelah karena terus menerus bersilaturrahim..
Apakah itu yang menjadi alasan???
Padahal kedua hal itu adalah bertolak belakang!
Bahkan kita sudah tak mampu untuk menghafal ayat-ayat Allah..
Karena kesalahan kita sendiri,
Terlalu memanjakan diri!!!!
Dan akhirnya, kita lemahkan do’a..
Lupakan muhasabah..
Berfikir,
Shalat ya hanya shalat! Mau apalagi???
Tak perlu dimaknai! Hanya akan membuang waktu!!!
Astaghfirullahal’adziim…
Betapa miskinnya akhlak kita..
Kalau begini, apakah kita lulus dari ramadhan ini?
Apakah orang yang lulus akan berlaku seperti ini??
Tentulah tidak, dan sama sekali bukan!
Sesungguhnya perpisahan dengan ramadhan bukanlah akhir dari pertempuran,
Tapi itulah awalnya!
Pertempuran baru dimulai!
11 bulan kita beristiqomah menjadi hambaNya seperti di bulan ramadhan..
Bisakah kita?
Istiqomah tidaklah mudah!
Hanya orang yang mau, yang bisa!
Menghadap Allah dengan kemenangankah kita??
Seraya berkata; “Ya Rabbana, kami tlah menjalankan tugas kami, terima dan ridhailah kami..”
Atau sebagai manusia yang kalah..???
Yang tiada lagi tempat kita di surga,
Bahkan untuk mencium wangi kesturi pun kita tak dapat!!!!
Allaaahu Akbar..
Tendangan Allah, melempar kita ke nereka!
Membakar hangus jasad ini..
Seluruhnya..
Habis..
Tumbuh..
Habis..
Lagi..
Lagi..
Ooo.. Rabb, celakanya kami..
Yang tersadar namun tak mau memahami..
Yang tersadar namun tak mau bergerak..
Itulah kami,
Yang selalu menuruti nafsu diri,
Nafsu syaithani..
Astaghfirullahal’adziim..
*yang tersadar,lupa,ingat,namun tak mau memahami,beristighfar..*
Isma