Senin, 13 Juli 2009

Seberapa Sering Kukuasai Nafsuku?


Bismillahirrahmanirrahim....

Ya ALLAH,

Aku selalu ingat

Namun nafsuku tak pernah berhenti bekerja


Aku sering berseteru dengan diri


Namun aku pula yang menentukan,

Kalah menangnya


Apresiasi yang begitu besar!

Kala aku lebih memilih diri-MU ya ALLAH....


Aku tersadar dari segala kehilafan karena nafsuku!


Namun adakah itu hal yang sering?????


Faghfirli Ya ALLAH....

Jujur, Aku Ingin Seperti Dulu


mengapa kini kita tidak bersatu?

Tidak seperti dulu, saat sang cahaya menyapa


Berhijrah kita bersama,


Mungkin kau telah malu....


Untuk berbincang, atau sekedar tersenyum


Saat aku merelakan sesuatu,


Akan dirimu....


Kisah nyata tentang "Tali Ukhuwwah"


Maukah kau, sahabat: sekedar mendengar atau cobalah memahaminya.
Jumat, 03 Juli 2009

Ikhwaani


Bismillahirrahmanirrahim....

seperti sebuah impian,
menjadikan mereka sosok yang shalih....
seperti sebuah harapan, memberikan calon istri mereka persembahan terbaik.... seperti sebuah cita-cita menciptakan pribadi yang dapat saling tarik-menarik, untuk berkumpul kembali di SURGAMU, ALLAH....



merekalah, ahmad abdullah, adam abdurrahman, adilfalah abdurrahim, ayyub abdussalam; Akhi fillah rahimahullah ;) jadilah ikhwan-ikhwan tangguh, lagi tawadhu yang senantiasa dirindukan surga :)


nggak tau judulnya benar atau salah. hehehe.. afwan. mohon koreksinya saja ;D
jazakumullahu khairan katsir.
Rabu, 24 Juni 2009

Bungkam yang Tak Berarti

Bismillahirrahmanirrahim


ingin bercerita tentang apa?

mengapa selalu saja bungkam?

tak puaskah dengan kekosongan?

dengan kesendirian?

bahkan bungkammu pun tak berarti apa-apa....


*Belajar, untuk mengemis pada suatu Dzat yang tak pernah mencaci para pengemis
Rabu, 31 Desember 2008

Sebuah Persembahan: Setidaknya....

Sungguh biadab!

Yahudi…. Yahudi…. Yahudi la’natuLLAH’alaih!!!

Dengan tangan-tangan keji mereka,

Mereka bunuh secara membabi buta saudara-saudara kami….

Penyemangat kami,

Pengingat kami akan ALLAH dan akhiratNya….

Ya ALLAH..

Bumi islam diporak-porandakan!

Hancur berantakan!

Mayat-mayat bergelimpangan

Tubuh saudara kami dihancur luluhkan

Anak-anak yang dipisahkan dengan ayah-ibunya,

Menangis, menjerit meraung-raung!!!!

Miris, begitu miris….

Sebuah rasa cinta yang luar biasa,

Dari seorang hamba untuk RABBnya

Mereka, para Mujahid;

Takkan pernah takut dengan kebiadaban

Penindasan

Kekerdilan

Kedzaliman

Kalian, wahai Yahudi, yang kami benci karena ALLAH!!!

Takkan pernah gentar,

Takkan pernah ragu,

Takkan pernah takut,

Maju menerjang!

Walau tank-tank dari orang terla’nat menerjang!

Walau sedikit,

walau sepi,

walau sendiri….

Tetap berdiri,

Layaknya karang yang kokoh tak lapuk diterjang ombak!

Karena mereka selalu sadar….

ALLAH selalu ada untuk mereka yang senantiasa menyebut asmaNya

ALLAH, ALLAH, ALLAH, ALLAH,

ALLAH, ALLAH, ALLAH, ALLAH,

LAA HAWLAA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHIL’ALIYYIL’ADZIIM

Sesungguhnya bila saudara kami mati karenanya,

Tidaklah mereka mati melainkan syahid,

Tidaklah mereka mati melainkan hidup!

Hidup….

Kekal abadi dalam JannahNya,

Bersama para syuhada

Bersama dengan orang-orang yang telah zuhud terhadap dunia

Bahkan itu, adalah mimpi dan cita-cita terindah para mujahid

Gugur dalam petempuran demi ALLAH, membela DiinNya,

Di jemput oleh para bidadari yang cantik rupawan

Terbang ke atas langit

Dengan wangi kasturi yang melekat

Memasuki pintu surga para syuhada,

Mereka mendapatkan apapun yang indah, yang tak ada di dunia, di dalamnya

Mereka tak meminta apa pun pada ALLAH,

Melainkan berdiri di hadapan ALLAH

Dan melihat wajahNya….

Subhanallaah…. Alangkah indah balasan dariNya, untuk mereka yang cinta kepada diriNya..

Selasa, 07 Oktober 2008

(semoga)Aku Tak Membutuhkan Kebahagian (yang hanya berarti) di Dunia

Ketika yang lain sedang asik melewati masa SMAnya..
Ketika yang lain telah merasakan kebahagiaannya..
Kebahagiaan, sebagai seorang anak SMA..
Baiklah,
Aku di sini..
Sejak pertama hingga kini..
Masih mencoba untuk memahami..
Memaknai..
Aku di sini,
Yang kini berdiri
Tercatat sebagai anak SMA,
Yang (katanya) tak dapat menghayati masanya..
Mereka bahagia, begitu pun aku-
Tidak!
Aku, menderita
Mereka tertawa, begitu pun aku-
Tidak!
Aku, meronta
Merintih... Menangis... seraya Meminta...
Namun kumencoba untuk menghibur..
Menyebut-nyebut Asma Allah sebagai Pelipur..
Yaa Allah Yaa Rahmaan..
Aku tak butuh kebahagiaan seperti mereka
Kuyakin itu hanya kebahagiaan dunia,
Semata
Yaa Allah Yaa Rahiim..
Aku hanya butuh Engkau, Allah..
Yang senantiasa memberikan CahayaMu,
Padaku
Pada seorang hamba yang selalu merasa beku..
Ya.. begitu beku!
Takkan lunak hatiku,
Bila tak ada Sinaran Cahaya KebesaranMu
Yaa 'Aziiz..
Jadilah Engkau sebagai Penguatku..
Pangkulah aku..
Agar tak merasa sepi di kala yang lain ramai,
Agar tak merasa sedih di kala yang lain bahagia,
Agar tak merasa kecewa di kala yang lain berjaya..
Karena aku, di sini..
Dalam pangkuanMU..
Allahu Ma'i..

Yaa Bidadara

Dalam hati, sungguh aku rindu
Namun untuk jujur, aku tak mau
Malu..
Aku hanya ingin menanti
Bukan ikhtiar tak mau kujalani,
Namun kukhawatir kan merusak iman diri
biarkan semua itu berjalan secara alami
Sesuai, dengan qadha Ilahi Rabbi..
Baik di dunia,
Maupun di akhirat,
Akan tetap kunanti..
Namun hati penuh sangat mengharap,
Agar dipertemukan, dalam naungan Ilahi..
Di SURGA
Ataupun,
Di DUNIA
Akan tetap dan pasti kuterima..
Asal Allah meridhai,
Ayah dan Bunda merestui

mumpung blogspot itu tulisannya jarang dikomentarin, karena itu, saya berani ngepublish tulisan ini..
weheheh... *pengecut:P*

Alhamdulillaahirabbil'aalamiin