Kamis, 29 November 2012

On Process


Bismillahirrahmanirrahim

Waktunya kurang dari 2 bulan. Kata payah yang akan keluar dari mulut saya sendiri mungkin, "Gila!" tapi lebih dari itu, saya memilih untuk banyak bahkan terus beristighfar. Dhaif, lemah sekali. Dengan dunia saja kalah, bagaimana dengan urusan dengan akhirat nanti?

Ya, waktunya kurang dari 2 bulan. Siapa yang bertanggung jawab? Saya, diri saya sendiri. mau menuntut siapapun, tak akan bisa. Sebab, ini pilihan diri.

Kawan, kita memang tidak akan pernah tahu apakah perkara ini baik, atau buruk untuk kita sampai benar-benar hal itu terjadi. Tapi, bukankah Allah telah menyediakan istikharah sebagai ikhtiar pencarian ridha-Nya? Allah sediakan tenaga dan pikiran kita, untuk kita berusaha. Dia tak akan pernah ingkar dengan janji-Nya untuk mengubah suatu kaum, jika kaum itu benar-benar ingin berubah.

Ribuan kali saya meyakini, dan ribuan kali juga saya terlupa-melupakan. Demi Allah, Allah telah menyediakan "maaf dan ampunan," untuk menenangkan hati, sekaligus meringankan beban kita. Pejamkan mata, istighfar panjang dan dalam-dalam untuk segala khilaf dan kesalahan kemarin dan dahulu. Astaghfirullahal'adzhiim.. min kulli dzanbil'adzhiim (Aku memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung, atas segala dosa besar….)

Pertama kali saya belajar membaca al-ma'tsurat ya saat SMP itu. namun belakangan (di akhir SMA) baru saya sadari indahnya do'a-do'a di dalam al-ma'tsurat. Bismillahi masya Allah. terlalu sayang untuk dibaca begitu saja, tanpa penghayataan walau hanya pada beberapa bagian saja, walau hanya 1-5 detik penghayatan saja. Contohnya do'a ini,

Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika ma-statha'tu, a'udzu bika min syarri ma shana'tu, abu`u laka bini'matika 'alayya wa abu`u bidzanbi faghfirli fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.

Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tiada tuhan selain engkau yang telah menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu dan aku berada di atas sumpahku dan janjiku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan aku mengakui dosa (yang aku perbuat). Maka, maafkanlah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau. (HR Muslim)

Indah tidak? Belum terasa? Baca lagi! Indah? belum juga? Baca sekali lagi, lebih pelan lagi…. Resapi. Betapa romantisnya kita dengan Allah. Kita menyadari sepenuhnya, kita hamba Allah, kita berusaha sepenuhnya untuk menepati janji kita terhadap Allah, kita menyadari segala khilaf, menyadari segala salah, menyadari segala keburukan diri namun…. Kita masih berharap untuk terus berada dalam lindungan dan naungan-Nya, maka… Maafkanlah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau.

Rabbana, yassir lanaa, umuurana.. wa laa tu`assir.... 
Allah, peluk kami dengan erat.


Minggu, 25 November 2012

Aku Dan Mesirku

Bismillahirrahmanirrahim

Semua bermula pada, Juli 2011.
dan mereka yang melengkapi kebahagiaan hidupku di sini ^ ^





Dilengkapi dengan kehadirannya si shalih, Fatih Abdurrahman Dipanagara, ya Rabb.. bahagia betul... Alhamdulillah...




dan sampai pada takdir-Nya, kehadiran Ayah dan Bunda di bumi kinanah ini, sungguh hadiah terindah yang Allah berikan kepadaku pada masa keberadaanku, di sini.

sampai kapankah, kiranya perjalananku di sini? Allahua'lam :)

Jumat, 23 November 2012

Gerak dan Takdir

Bismillahirrahmanirrahim

demi Allah, bergeraklah! sebelum waktu mengikis habis dirimu bersama amal shalihmu. habis hanya menyisakan penyesalan yang boleh jadi tak ada lagi masa untuk meminta ampunan.
demi Allah, bergeraklah! paksa! suntik diri dengan takdir. bukankah takdir terkadang membuatmu tunduk ketakutan? karena yang baik untuk yang baik. itu bagiku tak hanya soal jodoh namun begitu juga dengan surga dan diri. terlebih, neraka dan diri. duhai, yang baik untuk yang baik. baik itu bukan di mata diri kita sendiri, yang boleh jadi melakukan pembenaran atas kesalahan walau pasti kita memahami kadar diri. bukan juga di mata dia, itu bukan sama sekali. mereka hanya mampu menilai kita secara kasat mata saja tentupun kita bekerja dengan baik agar indah di mata masyarakat bukan? tak ada yang mau image diri buruk di lingkungannya. namun baik itu, di mata Allah. Allah yang menilai karena Allah maha teliti, maha adil dan maha penyayang. banyak-banyaklah memandang langit menegur diri atas keagungan Allah. banyak-banyaklah menunduk serendah-rendahnya menyadari kekerdilan diri di hadapan Allah. itulah kita dengan Allah. kita yang tidak memiliki apa-apa namun terkadang dada terbusung berjalan di bumi milik Allah ini, sedang Allah yang maha memiliki segalanya tidak berlaku kasar, bahkan menegur kita dengan lembut atas segala khilaf. ya, betapa bahagia menjadi yang dimiliki Allah.... bergeraklah, sepertinya Allah selalu menunggu kita untuk pulang.
Kamis, 22 November 2012

Malam Merindu

Bismillahirrahmanirrahim

semerbak wangi kebun di belakang rumah, rasanya sudah semakin lekat tercium.
maaf.
Rabu, 21 November 2012

Menjinakkan Diri

Bismillahirrahmanirrahim

jangan terburu-buru, jangan diburu-buru, jangan memburu-buru
jangan! ribuan kali kicau diri pada diri, jangan terburu-buru, berkali-kali pula terjatuh pada lubang yang sama.
entah apa yang dimau oleh si diri, sudah paham aturannya masih saja bermanja riang. apa gerangan yang kau cari, wahai diri? sematkan doa panjangmu pada sujud syukur yang harusnya kau lakukan kemarin, atas diri yang mampu mengalahkan nafsu. bukan karena usahamu, namun karena Allah masih kasihan padamu. tak bisakah kau belajar dari apa yang telah lalu? yang membawamu menjadi begini sampai saat ini? perbanyaklah berdoa untuk mati dalam keadaan baik, sungguhpun sesaat kau baik sesaat lain kau berpaling.
kesenangan terus kau kejar, kau buru sampai senyum mengembang  tak hentinya, namun kau terlupa, seberapa banyak kau menangisi diri, kau terlupa melihat gundukan dosa yang setiap detik kau kumpulkan, hina demi hina. entah mengapa, iyakah sifatmu memang begitu? naif....
duhai, susah sekali kau dijinakkan. pantas surga amatlah mahal. lagi-lagi, berdoalah, agar kau mati dalam keadaan baik pada sesaat yang kau kejar Rabb-mu dengan ketakutan dan air mata.
masihkah mau diri berishlah dengan diri? rasanya jika ini orang yang berbeda, lebih baik yang satu pergi menjauhi yang lainnya. namun kau dan aku, satu. #ishlah lagi, dengan diri.

astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah..
atubu ilallah..
Senin, 19 November 2012

Indah Muharrammu, Duhai Mujahid

Bismillahirrahmanirrahim,

Bagaimana kubahasakan perjuanganmu, yang tak kenal rasa takut itu? 
Begitukah lekat ihsan dalam tubuhmu? Air matamu terlalu mahal untuk sebongkah kepiluan dan kebencian. Amarahmu terlalu suci untuk mereka orang-orang terlaknat.
Ataukah memang, sudah kau pinta firdaus sejak dulu? Hingga bergemuruh dada menyambut syahid tanpa ragu? Aku kerdil di hadapanmu yang telah mengharumkan jihad Islam, aku kerdil di hadapanmu yang telah menjayakan panji Islam, aku kerdil di hadapanmu yang menghapus air mataku dengan kobar api keberanian di matamu. Kuartikan, sebagai kerinduan seorang hamba dengan Rabbnya, yang sudah tak mampu dibendung lagi. Masya Allah….
Demi Allah, rasa takut dan amarah ini berubah menjadi rasa iri. Samar-samar kubaca risalahmu, "mengapa harus kita takuti yahudi la'natullah itu? Kedudukan kita di hari kiamat nanti terlalu indah, jauh lebih tinggi dan mereka terhina. Jihad fii sabiilillah ini, mengalahkan letupan amarah yang aku sendiri tak mampu menahannya, segera, sebentar lagi, kujumpai Rabbku. Janjinya itu pasti, dan Allah tak mungkin berlaku curang. Dan firdaus al-a'la sudah sejak lama kutargetkan sebagai satu-satunya tempat terindah yang ingin kukunjungi. Kubuktikan dengan jihad ini….."
Ya rasa iri yang membuatku kini termangu di awal tahun indah nan barakah 1434 Hijriah ini. Kupahami jihad sucimu di sana, biar…. Kupahami jihadku di sini. Dengan malu-malu kupinta juga surga Rabbku, sandingkan aku dan orang-orang terkasih dengan Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam.

#Ishlah diri, Palestina, 1 Muharram 1434 H, kisah.

Kullu 'aam wa nahnu aqrab ilallah :)



Nov 15th 2012.

Kaidah ke-2, Sesungguhnya Allah Memberikan Petunjuk-Nya Kepada Seseorang Atas Usahamu Jauh Lebih Baik dari Unta Putih


Bismillahirrahmanirrahim

Kaidah ke-2
" Li`an yahdiyallahu bika rajulan waahidan khair laka min humurinna'am"
Sesungguhnya Allah Memberikan Petunjuk-Nya Kepada Seseorang Atas Usahamu Jauh Lebih Baik dari Unta Putih
oleh: Isma Muhsonah Sunman

Ini adalah sebagaimana yang dikabarkan Rasulullah Saw kepada 'Ali bin Abi Thalib ketika ia memberikan bendera di hari khaibar, dan 'Ali berkata, "Atas apa aku memerangi  manusia, kita memerangi mereka hingga mereka menjadi seperti kita?" Rasulullah Saw menjawab, "Atas utusanmu sampai turun ke medan mereka kemudian serukan pada mereka Al-Islam, dan kesabarkan kepada mereka atas yang wajib untuk mereka, dan demi Allah, sesungguhnya Allah memberikan petunjuk-Nya kepada seseorang atas usahamu, jauh lebih baik dari unta putih." (Shahih Al-Bukhari, Fathul Baari 6/111)
                Karena petunjuk Allah adalah petunjuk, dan sesungguhnya tidak ada setelah petunjuk itu kecuali kesesatan, ketika Allah memberikan petunjuknya kepada seorang da'I maka sesungguhnya Allah pun sudah mempersiapkan orang yang akan menerima dakwahnya. Karena hasil dari dakwah ini adalah sangat agung;
1.       Sesungguhnya dalam hal ini ada penyelamatan untuk orang-orang yang diberi hidayah, dari nereka dan menjaganya dari neraka sa'ir dan ladzha. Dia dihindarkan dari neraka tak lain karena setelah petunjuk Allah atas upaya dan bantuan para da'i. kemudian mengganti kedudukan yang abadi di neraka menjadi tempat yang abadi di surga. Maka sesungguhnya seorang da'I memberikan hadiah surga kepada manusia di sekitarnya dan menunjukkan mereka kepada derajat-derajat kebahagiaan.
2.       Sesungguhnya setiap gerak, setiap diam yang dilakukan oleh orang yang mendapat petunjuk-Nya dengan wasilah(perantara) para da'i, setiap tasbih dan takbir yang dilafadzhkannya, setiap rukuk dan sujud yang dilakukannya, dan setiap ihsannya pasti akan Allah balas. Semua ini sebab bantuan para da'I, yang juga menunjukkan jalan untuk mereka. Dan sesungguhnya bagi para da'I balasan seperti pahala orang yang melakukan kebaikannya. Rasulullah Saw bersabda, "Orang yang memberikan petunjuk kepada kebaikan ganjarannya sama dengan orang lain yang melakukan kebaikan tersebut"(shahih muslim, abu dawud dan tirmidzi) juga, "Barang siapa yang melakukan suatu perbuatan baik dalam Islam, maka baginya ganjarannya dan ganjaran orang lain yang melakukan perbuatan itu, tanpa mengurangi sedikitpun dari ganjaran mereka itu"(shahihmuslim).
Pintu ganjaran ini tidak akan pernah tertutup, dia akan terus berkembang hari demi hari. Dan sesungguhnya usaha Abu Bakr Ash-Shidiq, Bilal, Ammar, Khadijah, Asma` dan yang lainnya merupakan dasar diterimanya setiap manusia di sisi Allah hingga hari kiamat. Dan sesungguhnya usaha Al-Mustafa Saw, adalah awal mula setiap usaha baik seorang muslim yang telah dilakukannya atau yang akan dilakukannya. Dan bagi Rasulullah Saw, -setelah Allah Swt- penghargaan, setiap penghargaan terdapat dalam diri setiap muslim.
3.       Barang siapa yang mendapatkan petunjuk dengan wasilah seorang da'I, akan menjadi penolong bagi da'I tersebut dalam menunaikan misinya, berhimpunnya usaha keduanya. Dan seperti itu, sesungguhnya dakwah tidak akan berkembang selain dengan jalan dakwah lagi, tidak akan menjadi lebih kuat kecuali dengan unsur-unsur baru yang subur. Tidak akan berubah keadaan orang-orang muslim dari sembunyi-sembunyi menjadi terang-terangan kecuali pada hari masuknya Umar dan Hamzah ke dalam agama Islam. Tidak akan berubah keadaan mereka dari bentuk jama'ah menjadi masyarakat kecuali pada hari masuknya kaum anshar ke dalam agama Islam.
4.       Sesungguhnya hidayah adalah salah satu cara kemenangan material, namun ia terwujud bukan dalam perang hingga berpeluh darah dan terluka, bukan juga dengan pedang dan panah, namun ia dengan cara,
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An-Nahl:125).
5.       Dan barang siapa yang mendapatkan hidayah Allah melalui tanganmu, wahai para da'I, maka sesungguhnya hal itu seperti batu bata yang ditarik dari bangunan jahiliyah kemudian diletakkan di bangunan Islam, dan hal ini akan menjadi balasan atas kekafiran dan kesesatan, sekaligus menjadi kerugian bagi syaithan dan sejenisnya, juga menjadi keuntungan untuk Allah dan para penolongnya. Setiap kali orang mendapatkan petunjuk maka setiap kali itu juga tumbangnya satu tiang dari tiang-tiang kekafiran. Setiap pagi selalu ada perbincangan, orang-orang kafir membicarakan tentang orang-orang penyembah bintang yang berpisah dan keluar, sedang orang-orang muslim bergembira atas orang-orang yang masuk dan beriman. Seakan-akan bangunan orang-orang kafir rapuh setiap harinya dan hilang dari bangunannya sendiri.


Nb: ini hanya terjemahan secara bebas, ada yang saya tambahkan ada yang saya lewatkan. Mohon maaf untuk segala khilaf dan kesalahan.