Dan Allah
Bulan
Dalam Hidup
Lebih Tenang
Bismillahirrahmanirrahim
Bunda.
Malam ini aku begitu terpukau
Ada hubungan apakah gerangan antara Bunda dan Allah, yang sekonyong-konyong melenyapkan rasa gundahku yang telah bersemayam selama beberapa hari?
Kau obat untukku, Bunda aku begitu terpukau!
Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq dan hidayah-Nya untuk Ayah dan Bunda, selalu.
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan kedua orangtua bagi insan yang rapuh ini.
Aku dan Pintaku
Dengan shalat fardhuku aku meminta, kufahami kualitasnya tak menyaingi sesiapapun yang di atas
Kemudian, dengan sunnahku, kupinta hajatku. Dalam qabliyah dan ba'diyah, dalam dhuha, dalam istikharah, dalam tahajjud, dalam witirku, kusadari satu dua rakaat, tak mengungguli kesempurnaan yang di atas.
Kutempuh jalan lain yang lebih sepi. Kupanjatkan harap dalam shaumku, bahkan pada detik sebelum dan setelah adzan subuh juga maghrib. Pada setiap kunyah iftharku. Kekutahui lemahku, kepayahanku jauh dari yang khidmat melakukannya begitu tampak "ibaadurrahman"nya, mereka.... yang di atas.
Nasibku, ya Allah! Hamba yang banyak permintaan namun miskin penghambaan.....
Allah, benarkan surga Kau beri berkat ampunan dan rahmat-Mu, Kau suka kerja yang sederhana namun istiqomah, Kau maha pengampun, Kau maha penyayang, Kau penyempurna segala usaha, pemberi hasil terbaik dari segala persembahan.
Maka Allah, tanpa Kau minta. Ini aku. Dengan ibadahku. Melihat ke atas, aduhai jauhnya.
Ini aku, Allah. Dengan pintaku. Menunduk malu.
#anugerahi kami, hasil terindah dari usaha kami ya Rabb.. 'alayka tawakkalna....
Perih
Duhai. Engkau yang tadi malam terlihat begitu cantik. Kuatkan aku dengan tabah dan sholih-mu. Allah!#laa ilaha illallah...... Kalau kau tiba di taman surga terlebih dahulu, mohon ingat aku untuk juga menjadi kawan mainmu. Namun hadirmu di sisi, kiranya sampai kita sukses nanti saat kaki-kaki mampu berdiri sendiri. Saat tangan-tangan lebih tegar menahan terjangan badai. Lihatlah! Panji Allah menanti untuk dikobarkan. Misi kita menebar Islam, yang karenanyapun kita tertolong dahulu. Jangan berhenti! Biarlah keringat kita yang pergi lebih dahulu. Menjaga maqam untuk kita kelak di surga-Nya. Terimakasih untuk sudah tampak begitu tegar. Uhibbuki, fiilah!

