Rabu, 23 Juli 2014

Saat Masih dan Terus Mengabdi

Bismillahirrahmanirrahim

Ramadhan 1435. Bukankah terasa lebih melelahkan dari Ramadhan waktu-waktu sebelumnya? Kira-kira begitu yang saya rasakan.

Saya hanya merasakan sibuk, letih, sedikit kesakitan dan selebihnya saya senang-senang layaknya manusia yang lain. Namun berbeda kisahnya dengan kawan kita di Palestina sana bukan? Boleh jadi mereka tidak tidur, sampai mereka Allah jemput dan diistirahatkan di surga. bukan kabar tabu tentang peperangan yang terjadi antara Palestina dan Negara jadi-jadian itu.

Saat saya berbicara air mata, ternyata saudara kita di Palestina begitu tegar tetap berdiri dengan gagah. Saat saya berbicara luka, ah itu sudah biasa. Bahkan mereka berbahagia sebab luka mereka kelak menjadi hujjah yang menghantarkan mereka masuk ke dalam surga.

Namun saat saya bilang iri, cemburu, saya kepayahan bukan main. Ya, apalah saya di antara mereka, para pejuang tangguh yang tak takut akan kematian. Kelak kita harus bertanya pada diri, "Kapan siap mati?"

Sejak dahulu, Alhamdulillah saya telah diajarkan untuk peduli terhadap sesama. Ingat saat ada konflik di ambon kira-kira saya masih SD, Ayah dan Bunda mengajak saya untuk turut berinfaq membantu mereka. Nominal yang saya beri Rp 20.000 ketika itu. sebenarnya itu uang dari Ayah juga, namun Ayah berikan pilihan untukku simpan atau diinfaqkan. Bukan main merasa hebatnya ketika itu saat Bunda bilang bahwa uangku sudah dibawa Ayah untuk diinfaqkan. Alhamdulillah.

Seiiring berjalannya waktu, kini saya sudah benar-benar bukan anak kecil lagi. Jalan dakwah menggiring tubuh saya terurai dalam aliran air yang tak kenal henti. Yang paling akhir saya lakoni baru-baru ini adalah bersama keluarga Alumni Rohis Asy-syifa SMAN 2 Cibinong merancang kegiatan-kegiatan penggalangan dana untuk Palestina. Oh, saya sudah tidak hanya berinfaq lagi namun mengajak orang lain untuk berinfaq juga. Lebih berat tentunya, begitupun pertanggung jawabannya. Tapi apalah saya yang masih sibuk dengan urusan pribadi ketimbang ummat.

Saya tahu betul bagaimana teman-teman saya berjuang menyukseskan acara galang dana yang baru saja diadakan hari ahad kemarin (20/7). Sebenarnya seminggu sebelumnya pun kami sempat turut andil meramaikan aksi solidaritas bersama komunitas ODOJ (One Day One Juz) di bundaran HI. Kemudian dilanjutkan dengan acara dari Rohis SMAN 2 Cibinong, yaitu Ifthar On the Road, kami selaku alumni menambahkan acara galang dana ini.

Kalau kata anak muda zaman sekarang, "Random" nah itulah yang saya rasakan pada hari H. lelah saya seolah terkumpul pada hari itu sebelum aksi. Rasanya saya ingin tiduran saja dan tak ikut sibuk mengurus acara yang tinggal beberapa jam lagi.

Namun Rabb… rasanya malu bukan main…. Adik-adik SMAVO sendiri telah datang sejak pukul 7 pagi untuk mempersiapkan makanan ifthar yang lebih dari 3000 paket itu. alumni sibuk menyusun strategi sedangkan sebagian membantu adik-adik siswa, ada yang sibuk menyulap kardus untuk dijadikan sunduk. Ada yang sibuk menghitung makanan ifthar yang ribuan itu. Ada juga yang sudah Nampak amat kelelahan sampai hanya bisa bersandar di tembok masjid. Allahu Akbar….perjuangan mereka di Ramadhan ini benar-benar tak mampu dibalas kecuali oleh Allah….

Saat waktu turun ke jalan tiba, memang dari kawan kita sendiri pun ada yang tak bersepakat dengan hal ini, menurut mereka hanya buang-buang waktu, uang dan tenaga, menganggu lalin, dst. Saya agak sakit hati sebenarnya, namun saya sudah cukup kebal dengan sindiran-sindiran seperti ini. toh mereka adalah keluarga kami juga hanya berbeda pandangan saja, sedikit. Saya jawab dalam diam, "Silakan lakukan cara yang antum kira lebih layak dari pada cara kami ini untuk mampu membuka mata masyarakat bogor agar dapat peduli terhadap kesakitan saudara muslim kita dan para mujahid di Palestina" silakan, tafadhdhaluu ahlan wa sahlan! Kira-kira begitulah sesungguhnya ucap hati saya dalam mulut yang terkunci.

Tahukah kawan, tidak lama setelah barisan kami tersusun rapi di tepian jalan, hujan turun dengan cukup deras. Seketika ada rasa sedih menyelusup ke dalam dada. Bagaimana dengan aksi hari ini? akankah terhenti? Ah, kawan. Tekad adik-adik SMAVO telah membaja sejak di briefing oleh salah seorang alumni sebelum kami turun ke jalan. Bahwa aksi ini, haruslah khidmat, wajib bagi kami untuk meluruskan niat dan mengikhlaskan segala amal lillah…. Ini bukan aksi sembarangan dan kita bermain-main. Ini untuk saudara kita yang kehilangan keluarganya, yang putus tangan dan kakinya, yang kehabisan darahnya, yang sudah tak punya tempat tinggal lagi. Oh… Rabb…

 Apalagi saat di flyover telah bergabung bersama kami kawan-kawan Ikhwah Gaul Bogor, Solidaritas Peduli Jilbab Bogor, dan teman-teman yang lain, rasanya semangat kian melambung. Aksesoris Palestina dimulai dari hiasan muka, pin, bendera kecil, ikat kepala, poster, kian menyemarakkan orasi yang disampaikan oleh alumni dan pihak KNRP. Deklamasi puisi oleh tiga adik di Rohis menjadi kenangan tersendiri bagi saya pribadi. Terimakasih adik, untuk keberanian kalian! Kita memang harus memiliki cara untuk membuka mata, mata sendiri dan mata orang lain. Sebab kita adalah ummatnya Ia, sang Rasul yang rahmatan lil 'aalamiin..

Terlebih saat kawan-kawan bersemangat menyodorkan kotak infaq tanpa malu, bertakbir menggemuruhkan Bogor, berkirim do'a untuk saudara-saudara di Palestina, membagikan makanan ifthar bagi para pengguna jalan…. Ah, rasanya tak mampu kugambarkan selain dengan "Bismillahi maa syaa Allah."
Sebab acara inipun, Allah menghendaki penguatan ukhuwah di antara kami para alumni, adik-adik di Rohis juga para guru dan sahabat-sahabat pemuda lainnya. Alhamdulillahilladzii bini'matihii tatimmushshaalihaat….

Terhitung Rp 28.136.900 dana terkumpul untuk kami kirimkan melalui KNRP. Semoga mampu membantu rakyat Palestina walau hanya sebagai sumbu untuk menyalakan lampu-lampu mereka di malam hari.\

Sampai kapanpun, kita ini hanyalah seorang pelayan Allah, yang tak henti mengabdi ke atas, pada Allah menyeluruh pada sesama. 


Fii ri'aayatillah…

Ukhtikum Fillah, Isma M Sunman

Dari Bogor Untuk Palestina, Bersama ODOJ dan KNRP


Bismillahirrahmanirrahim

Ada luka yang menggores hati, di Ramadhan ini
Ada air mata yang mengalir sepi, di Ramadhan suci
Ada tangan-tangan yang terangkat menghantar doa yang melambung tinggi
Jauh ke atas, ke haribaan Rabb Al-'Aliyy, berharap Ia mendengar pinta yang merintih,
Pengaduan kita, tentang duka saudara di Palestina

#BogorForPalestine

Alhamdulillah.. Ahad, 13 Juli 2014 Alumni Rohis Asy-Syifa SMAN 2 Cibinong berhasil memberangkatkan 2 rombongan pemuda dan pemudi Bogor ke Jakarta guna ikut serta dalam Aksi Solidaritas Untuk Rakyat Palestina, dari komunitas One Day One Juz yang bekerjasama dengan KNRP (Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina). 2 bis, dalam waktu yang amat singkat, hanya doa dan persiapan terbaik kami kerahkan, sepenuhnya bertawakkal pada Allah, untuk menggerakkan hati para pemuda Bogor peduli terhadap Palestina, Alhamdulillah….  

Berangkat dari Masjid Baitul Faizin, Pemda Cibinong pukul 11.25 tiba di Jakarta pukul 12.40. Setelah menunaikan shalat, kami langsung bergabung dengan yang lain di Bundaran HI.
Alhamdulillah, kami berbaris dengan tertib, shaf kami begitu rapi. Dengan tetap memperhatikan betul batasan laki-laki dan perempuan, kami berjalan dengan penuh semangat ke pusat acara. Tak hanya langkah kami yang terdengar namun seruan dalam hati kami. "Palestina.. Palestina.." seolah tiada henti hati kami menyebut namanya. Semangat dari dalam hati seakan membuat jiwa ini terbang berbagi kepahitan dengan saudara di Palestina.

Si kecil saudara kami, yang tak kunjung paham mengapa ayahnya tersenyum namun terpejam tak mau bergerak memeluknya.
Si kecil saudara kami, yang hanya memandang langit, seolah bertanya pada Allah, "Rabbi, ada apa ini?"
Si kecil saudara kami, yang kehausan mencari air, yang kepayahan mencari ibunda yang telah pergi.
Saudara kami, menghantarkan Ayahnya berangkat ke masjid di subuh hari, kemudian pulang dengan kasturi mewangi
Saudara kami, yang tak bisa kami jumpai sebab sudah tak tinggal di bumi lagi.
Saudara kami, yang mencari anggota keluarganya sampai ke dalam reruntuhan bangun yang paling dasar sekali. Tak dapat kubayangkan dengan apa mereka begitu tegar mencari keluarga yang masih hidup namun hilang entah ke mana harus dicari

Saudara kami, yang sudah tak bercengkrama dengan mesra bersama keluarga, melainkan berbahagia di surga abadi.
Saudara kami, yang air matanya Allah seka, darahnya Allah hapus, tubuh yang tercerai berainya Allah yang persatukan,
Saudara kami, yang telah menemukan hakikat kehidupan abadi….

Ya, kemarin kami menyatukan hati mengirim do'a kepada Allah agar kiranya Ia menguatkan langkah para Mujahidin, melaknat para Kaafirin. Kami yakin dalam tangis pilu, sesungguhnya rakyat palestina tengah berbahagia berpesta syahid. Bagaimana mereka bersedih, sebab setelah kesakitan yang mereka hadapi, mereka akan segera dijemput oleh bidadari kemudian Allah mereka jumpai.
Campur aduk perasaan kami yang berdiri di sisi bundaran HI. Kami sedih, namun kami iri. Kami bangga namun kami malu.

Setidaknya dari aksi solidaritas kemarin, kami kian menyadari, apalah kami di hadapan Allah. namun berjalan di bumi dengan congkak. Kami kian menyadari, makna kehidupan, setiap hari surga kami minta, setiap hari juga kami lupa arti berkorban dengan harta dan jiwa. Kami kian menyadari arti menjaga dan dijaga. Betapa saudara kami menjaga kalam suci-Nya, mukjizat teragung-Nya, Al-Qur`an Al-Kariim… sehingga Allah pun ridha menjadi Waliy bagi mereka. Kemudian, bagaimana dengan kami? Bilakah Allah sudi menjadi Waliy bagi kami, sedang mengaji saja kami merasa berat, apalagi menghafalnya?

Rasanya malu…. Namun kini kami telah belajar…. Bagaimana Pejuang Palestina menjadi tentara dunia dan akhirat dengan Al-Qur`an di hati. Bagaimana Pejuang Palestina menjadi hero bagi kaum wanita dan anak-anak, dengan tutur kata yang baik dan uluran tangan penuh kasih. Bagaimana Pejuang Palestina menjadi yang amat ditakuti oleh musuh, dengan para malaikat yang begitu gemar membersamai.

Uang saku telah kami infakkan, semoga kelak menjadi saksi perjuangan
Doa telah kami kirimkan siang dan malam semoga ada yang Allah perkenankan
Dan langkah yaa Rabbanaa, telah menjadi bukti kepedulian, semoga Engkau sampaikan agar menjadi pelipur bagi mereka yang tengah berjuang dengan panji Al-Islam.

Menjelang pukul empat sore kami bersiap pulang. Banyak hal yang kami dapatkan, banyak hal yang membuat kami tersadar, banyak hal yang menuntut kami untuk lebih giat belajar.
Semua adalah tentang Engkau Allah, Islam, Ukhuwah, Perjuangan, Pengorbanan, dan Keikhlasan.

Allahummasyhad, yaa Rabb!

terimakasih kepada yang telah berjuang bersama untuk menyukseskan acara ini, keluarga alumni Rohis Asy-syifa SMAN 2 Cibinong. Alhamdulillah....

Senin, 19 Mei 2014

Jum'at dan Sabtu Itu


Bismillahirrahmanirrahim
Aku manusia, yang berjalan layaknya manusia berjalan
Aku manusia, yang berfikir layaknya manusia berfikir
Aku manusia, yang berperasaan layaknya manusia berperasaan
Tak ada salah manusia lain, aku yang salah,
Bahkan aku cinta untuk kembali
Ya, aku pergi untuk kembali
Taqabbal minni, yaa Rabb.


Tak perlulah kita mengeluh pada manusia, saat kita sadar ada Allah, yang meminta kita untuk menceritakan segala perkara hanya pada-Nya, Allah punya segala jalan keluar. alhamdulillah.

Pulang Dalam Fitrah



Bismillahirrahmanirrahim

Senin, 19 Mei 2014. Dari dhuha saya mendapati WhatsApp salah satu grup organisasi lebih ramai dari biasanya. Saya coba buka dan perlahan-lahan membaca. Rupanya, buah hati dari salah seorang kawan kami ada yang sakit. Saya kurang faham sakit apa, namun rasanya begitu mengkhawatirkan. Sampai saya membaca wa darinya, “mohon do’anya anak ana kritis, sampai saat ini belum sadar” kira-kira begitu ucap kedua orang tuanya. Saya begitu khawatir, sampai kawan di samping saya menegur, “Kak Isma serius amat?” entahlah rasanya benar-benar khawatir. Akhirnya saya mencoba untuk menjapri bunda-nya, yang sampai saat ini belum juga dibalas.

WA grup tersebut kembali ramai, kali ini saat saya baca, “anak ana meninggal” kontan saya menarik nafas dalam-dalam, “Innaa lillaahi wa innaa ilayhi raaji’uun..” hampir-hampir saya tersedak. Saya begitu kaget. Perasaan saya campur aduk memikirkan perasaan kedua orang tuanya. Duhai, sang buah hati belumlah genap satu tahun. 21 Mei nanti, sempurna satu tahun. Allahu Akbar….. Engkau yang mampu menguatkan mereka yaa Rabb, tolong kuatkan mereka. Sabarkan, semoga Engkau menggantinya dengan yang jauh lebih baik, pasti.

Kian ramai grup tersebut, saya yang sedang menimba ilmu di Jakarta, tiba-tiba ingin sekali kembali ke Bogor untuk ta’ziyah dan shalat jenazah. Allah. Saya ingin menguatkan ibunda-nya, walaupun saya tahu tanpa kehadiran saya, sudah banyak kawan lain yang menguatkan. Entalah, lagi-lagi ini karena perasaan saya begitu terhanyut dalam kepiluan.

Saya tidak bisa banyak berucap, namun di sisi lain saya begitu iri dengan sang buah hati. Ia pergi demi menjumpai Allah dengan keadaan yang begitu suci dalam fitrahnya. Allah…. Indah bukan? Tanpa dosa kawan!

Bagaimana dengan kita?

Jumat, 16 Mei 2014

Alfu Salaam

Bismillahirrahmanirrahim

Ada hati yang penuh dengan cinta, yang penuh dengan kerinduan berbalut bangga dan penghormatan terhatur haru padanya.

Duhai, apa kabar pengisi hati, dengan cinta, rindu dan banggaku? Tak perlu kutanya kuat tapak kakimu, tegar azzam di dalam hatimu, gagah tubuh berbaju lembut lakumu.

Kau ajari diriku berkeinginan kuat, seolah harapmu mengangkat jiwa dan ragamu ke langit, tinggi daripada siapapun. Jangankan panas bumi yang kian tak karuan, berdiri menghalau peluru, menjadi tameng dari bulldozer yang siap merenggut apapun yang di hadapannya seolah bukan menjadi perkara besar bagimu. Duhai, bagaimana kau merajut iman seindah itu?

Aku begitu merindukanmu, air mata terurai acap kali mendengar namamu disebut-sebut, dalam cinta ataupun benci.

Bagaimana dengan generasi penerusmu? Kian harum dengan anak-anak yang sudah menghafal al-Qur`an dengan sempurna. Kian membanggakan dengan remaja yang mahir memainkan senjata perang, kian menyemai rindu dengan mereka yang terus mendendangkan motto seorang mujahid sejati, "Hidup mulia atau mati sebagai syuhada"

Aku rindu, mengurai kisah tentangmu, atau mendengar berita heroikmu, kapankah kiranya ada iman sekuat imanmu? Kapankah kiranya, ada undangan seperti undangan yang Allah beri padamu? Untuk menjadi seorang syahid….

*saat aku di sini, mati-matian melawan nafsuku sendiri,


Minaa alfu salaam, yaa junda filasthiin....
Senin, 12 Mei 2014

End Of OBSESI 4, 4 Mei 2014


Bismillahirrahmanirrahim

WwwwwwwwwwwwwwELCOME HOME, YOU! Alhamdulillah! Kurang faham sebenarnya dengan bahasa yang saya gunakan intinya saya  ingin mengatakan  pada diri saya sendiri, “Selamat datang kembali, wahai diri. Jangan lupa bebenah sebelum tidur-tiduran.” Apa kabarmu setelah kutinggalkan sekian bulan? Saya rindu meluapkan kisah seharian, apalagi mingguan, bulanan? Alhamdulillah ‘ala kulli haal saya punya Bunda dan kakak di rumah untuk bercerita, atau teman sekedar berbagi di kosan=) tapi tetap nyoret-nyoret tembokmu is a must, dear!

May I start my curcol?

Tahukah, tanggal 4 Mei mendadak menjadi hari bersejarah bagiku. Minimal bagiku. Ya, apa sebabnya? Apakah saya pernah bercerita tentang “penjerumusan” saya ke dalam BEM yang secara tiba-tiba? Saya masuk ke dalam divisi bahasa, yang bisa dibilang divisi bahasa merupakan salah satu point utama BEM STIU Al-Hikmah yang memang menggunakan bahasa arab sehari-harinya. Satu dua bulan saya  di BEM, masih meraba-raba. Lagi-lagi karena saya dijerumuskan. Bahkan ketika itu saya saja belum tahu siapa Sekjend BEM. Allah! Wajar, belum ada 2 bulan saya kuliah di Al-Hikmah. Segalanya baru bagi saya.
Karena PKL, ketua divisi bahasa harus tawaqquf, premature memang, tapi in sya Allah kami yang ditinggalkan tetap mengusahakan yang terbaik. Ba-bi-bu. Bergulirlah isu tentang acara terbesar kampus yang diselenggarakan tahunan. Namanya OBSESI (Olimpiade Bahasa Arab dan Seni Islam) acara milik Divisi Bahasa bekerjasama dengan Syiar. Isunya, apakah acara ini perlu diselenggarakan, atau ditiadakan saja, mengingat BPH semua PKL kecuali tersisa dua orang, semua ka.div juga PKL dll. Dari kubu tetua banyak yang memilih untuk ditiadakan saja, namun mereka yang berjiwa muda, entahlah berteriak “LANJUT” dengan begitu semangatnya. Saya yang tiba-tiba diamanahkan oleh ka.div bahasa untuk menggantikannya sementara, di tanya secara menjurus alias pribadi oleh sang ketua BEM, “gimana isma?” yang ditanya melongo sebab belum paham betul duduk isunya. Namun melihat alas an-alasan yang diutarakan oleh si pro dan si kontra saya akhirnya berkata dengan bijak, “OBSESI adalah acara tahunan, kalaulah memang hanya permasalahan dana, kita masih ada waktu 5 bulan dari sekarang untuk sebar proposal. In sya Allah saya yakin kalau kita mau saling bantu dan semangat selalu pasti bisa.” Jawaban saya sudah penuh dengan editan, ya intinya begitu yang saya utarakan. Akhirnya, JENGJEEENG…. OBSESI in sya Allah akan tetap diselenggarakan. Tibalah menentukan struktur panitia. Lagi-lagi kamu bergalau ria, siapa yang harus menjadi ketua OBSESI???? Entahlah semua mata dan hati pada hari itu saya lihat dan saya rasa tertuju pada saya. Wallahi, saya ingin menolak! Tapi kawan saat kau rasa kau memiliki qudrah untuk itu dan tidak kau lihat pada yang lain, maka melangkahkah kemudian shibghah yang lain dengan kebaikan. Bismillah. “Yes, I will in sya Allah” others: “Alhamdulillah….”
5 bulan ternyata tidak benarlah lima bulan. Terpotong ujian dan libur. Kau tahu? Saya tipe orang yang tidak mudah tenang apabila sebuah perkara belum selesai. Boleh jadi di antara mereka sayalah yang paling super duper khawatir tentang kelangsungan acara ini. Berbulan-bulan saya khawatir. Tak saya temukan obatnya, entalah segala keadaan benar-benar membuat saya khawatir. Kau tahu teman, daripada dana yang kau khawatirkan tak terkumpul ada yang lebih berbahaya dari itu; tak bersatunya hati para panitia, dan mereka yang kunjung merasa memiliki mas`uliyah terhadap OBSESI ini. Saya hampir-hampir setress dibuat mereka yang melupakan kodrat sebuah amanah dan diamanahi. Sampai saya menulis dalam catatan saya sendiri,
“Allah, jaga mereka orang-orang yang setia mengemban amanah, orang-orang yang sungguh-sungguh menjalankan amanah, orang yang benar-benar amanah apabila diberikan amanah, kalaulah hanya ada seorang saja, maka itu adalah AKU ya Qawiy!”

Kemudian saya berjuang dengan beberapa panitia yang termasuk ke dalam criteria doa di atas, bayangkan bisa dihitung jari! Hanya 6-7 orang yang mampu menghayati peran mereka. Hanya 6-7 orang yang rela berjuang habis-habisan menghandle tugas mereka yang masih tertidur. Hanya 6-7 orang yang mau berlelah-lelah, bersubuh-subuh, bermalam-malam untuk acara OBSESI ini. Hhh.. yaa Rabbi.
Hampir-hampir rasa khawatirku terhadap OBSESI merusak nafsu makan. Sampai sebuah picture mengutip sebuah untaian yang menyadarkan saya. “Untuk apa mengkhawatiri apa-apa yang masih ghaib? Apakah kau meragukan keahlian tangan Allah sebaik-baik perancang masa depan?” Allah, I LOVE YOU FULL untuk selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-NYA. APAPUN ITU.

Saya kehilangan induk dua kali, sampai pada akhirnya DSM turut turun membantu kami. Alhamdulillah. Sekali saya menangis di hadapan teman-teman panitia ketika syuro. Atas segala keluhan saya terhadap mereka yang sudah tak tertahankan lagi. Saya tidak mengomentari mereka, sebab saya tidak suka menyakiti hati orang lain walaupun sebuah fakta. Namun saya katakan,”Kami di sini telah begini dan begitu, hanya sekian orang saja, rasanya lelah sekali. OBSESI ini milik kita bersama. Tapi amanah itu Allah tanyai secara satu per satu.”

Alhamdulillah, 2 bulanan sebelum tanggal 4 MEI 2014 mereka mulai serius, telepon sana sini mencari dana 48juta yang kita butuhkan. Benar-benar saya lihat indahnya bekerja keras secara bersama-sama. Uang mereka terpakai, waktu mereka tersita, tenaga mereka terkuras, air mata mereka membendung. Ah masya Allah, teman…. Hanya Allah yang bisa membalas segala usaha upaya dan do’a kalian…..
Tibalah hari H alhamdulillah. Dengan penuh puja dan puji syukur saya berterimakasih kepada para asatidzah yang saat itu berkenan meluangkan waktunya untuk hadir, kehadiran mereka menjadi penenang tersendiri untuk saya. Ustadz Sunardi yang mengapresiasi kami dalam khithabahnya berkenan membuka acara dengan basmalah dan potong pita. Dari pagi hingga acara selesai, beliau menemani kami bersama Ustadz Khaldun yang juga berkenan menjadi salah satu bintang tamu acara talkshow kami yang juga dimeriahkan oleh Muhammad Saihul Basyir, wallahi acara talkshow begitu berkenan di hati para peserta terlihat dari banyaknya yang ingin bertanya, dan dari senyuman yang tersungging selepas talkhsow. Jazaakumallahu khairan ustadz khaldun dan basyir untuk ilmu dan kesediannya.

Ada ustadz Falhan yang bersedia menjadi juri khithabah, Ustadz Yusuf dan Ustadz Syarif yang Alhamdulillah bisa menyempatkan diri menjadi juri hadits, Ustadz Yunus dan Ustadz Sami yang begitu bersemangat menjadi juri cerdas cermat, dan tak lupa Ustadzah Amiroh dan Ustadzah Maemunah yang sudi meluangkan waktunya demi menjadi juri hifdzh al-Quran. Bahkan Ustadz Afdhal, Ustadz Rasyid dan Ustadz Fahmi hadir khusus menyemangati kami. Ah, wallahi teman-teman kehadiran para asatidzah di acara OBSESI benar-benar menyenangkan hati saya pribadi. Alhamdulillah.

Karena, atas segala kejahilan kebodohan dan keluguan saya, sempat beberapa kali saya melakukan kesalahan berkenaan dengan undangan untuk para asatidzah. Kalau ingat ini, berasa betul bodohnya. Faghfirly yaa Rabb :’( ‘ala kulli haal, yang bengkok itu pasti Allah luruskan. Dan Allah telah meluruskannya =)

Empat perlombaan yang tersedia, Khithabah, Hifdzh al Hadits, Hifdzh Al-Quran, Musabaqah Tsaqafiyah acara juga dimeriahkan oleh TALKSHOW tentang Al aafaaq Al Mustaqbaliyah lillughah ‘Arabiyah dan Nahwa hayaatin sa’iidatin fi dzhilaal al Quran, ALHAMDULILLAH berjalan dengan begitu lancar, indah dan berkesan….

Namun mengapa sampai saat ini saya masih merasa bersalah dan tidak puas? Karena kekurangan dan 
banyak kesalahan terjadi di luar perlombaan itu sendiri, alias dalamnya acara ini alias kami sebagai panitia alias saya sebagai ketuplak perlu banyak belajar lagi.
Seragam yang kece, MC yang masya Allah bahasa arabnya, sound yang teratur, perlombaan dan talkshow yang berjalan dengan lancar, solusi yang Allah beri dari segala masalah, Alhamdulillah yaa Rabb, Alhamdulillahilladzii bini’matihi tatimmushshaalihaat…..

Salam Ketuplak OBSESI 4 2014 =)

Terimakasih yang pertama dan utama hanya untuk Allah, kemudian kedua orang tua atas dukungan moril dan materil, teman-teman BEM STIU DI Al-Hikmah dan panitia yang sempat kena marah saya, atau saya suruh-suruh terus baik ikhwan maupun akhwat, mohon maaf lahir dan batin yaa :’( kakak DSM, dukungan dari para asatidzah dan teman-teman kampus STIU DI Al-Hikmah 2014.  Fa jazaahumullahu khairan katsiiran. Terimakasih dan mohon maaf dari lubuk hati terdalam. Ikhlaskan segalanya ya….

My asatidzah

--- --- Sent by WhatsApp