Rabu, 31 Desember 2008

Sebuah Persembahan: Setidaknya....

Sungguh biadab!

Yahudi…. Yahudi…. Yahudi la’natuLLAH’alaih!!!

Dengan tangan-tangan keji mereka,

Mereka bunuh secara membabi buta saudara-saudara kami….

Penyemangat kami,

Pengingat kami akan ALLAH dan akhiratNya….

Ya ALLAH..

Bumi islam diporak-porandakan!

Hancur berantakan!

Mayat-mayat bergelimpangan

Tubuh saudara kami dihancur luluhkan

Anak-anak yang dipisahkan dengan ayah-ibunya,

Menangis, menjerit meraung-raung!!!!

Miris, begitu miris….

Sebuah rasa cinta yang luar biasa,

Dari seorang hamba untuk RABBnya

Mereka, para Mujahid;

Takkan pernah takut dengan kebiadaban

Penindasan

Kekerdilan

Kedzaliman

Kalian, wahai Yahudi, yang kami benci karena ALLAH!!!

Takkan pernah gentar,

Takkan pernah ragu,

Takkan pernah takut,

Maju menerjang!

Walau tank-tank dari orang terla’nat menerjang!

Walau sedikit,

walau sepi,

walau sendiri….

Tetap berdiri,

Layaknya karang yang kokoh tak lapuk diterjang ombak!

Karena mereka selalu sadar….

ALLAH selalu ada untuk mereka yang senantiasa menyebut asmaNya

ALLAH, ALLAH, ALLAH, ALLAH,

ALLAH, ALLAH, ALLAH, ALLAH,

LAA HAWLAA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHIL’ALIYYIL’ADZIIM

Sesungguhnya bila saudara kami mati karenanya,

Tidaklah mereka mati melainkan syahid,

Tidaklah mereka mati melainkan hidup!

Hidup….

Kekal abadi dalam JannahNya,

Bersama para syuhada

Bersama dengan orang-orang yang telah zuhud terhadap dunia

Bahkan itu, adalah mimpi dan cita-cita terindah para mujahid

Gugur dalam petempuran demi ALLAH, membela DiinNya,

Di jemput oleh para bidadari yang cantik rupawan

Terbang ke atas langit

Dengan wangi kasturi yang melekat

Memasuki pintu surga para syuhada,

Mereka mendapatkan apapun yang indah, yang tak ada di dunia, di dalamnya

Mereka tak meminta apa pun pada ALLAH,

Melainkan berdiri di hadapan ALLAH

Dan melihat wajahNya….

Subhanallaah…. Alangkah indah balasan dariNya, untuk mereka yang cinta kepada diriNya..

3 comments:

jundijundiallah says:
at: 13 Mei 2009 pukul 10.58 mengatakan...

Hhmm...Aku suka puisi ini, ada penekanan yg sangat kuat disetiap kata demi kata.. Siapa kah pengarangnya??

my20000ofwords says:
at: 24 Juni 2009 pukul 08.23 mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
my20000ofwords says:
at: 24 Juni 2009 pukul 08.24 mengatakan...

Alhamdulillah ka yuni,
perasaan saat itu tertumpahkan begitu saja lewat pena kepada secarik kertas dan ditransfer melalui ms.word ke blogku ini:D